Perpajakan Migas Indonesia: Industri minyak dan gas bumi menempatkan negara pada posisi yang rumit. Negara bukan sekadar pemungut pajak, melainkan pengemban amanah atas sumber daya yang tidak terbarukan, bernilai strategis, dan memiliki implikasi lintas generasi. Ketegangan antara hak kontraktual investor dan hak publik atas rente ekonomi inilah yang menjadi inti dari perdebatan fiskal minyak dan gas bumi (migas). Buku ini mengurai persoalan tersebut secara sistematis mulai dari fondasi hingga konsekuensi kebijakannya. Buku Perpajakan Migas Indonesia: Prinsip, Instrumen, dan Tata Kelola Fiskal hadir sebagai karya yang melampaui pendekatan tarif dan pasal pajak semata.
Dimulai dari landasan filosofis, etis, dan konstitusional, termasuk kedaulatan atas sumber daya alam serta keadilan distributif antargenerasi, buku ini membangun kerangka analisis yang koheren sebelum masuk ke diskusi teknis mengenai production sharing contract, cost recovery, gross split, ring-fencing, dan beragam instrumen penangkapan rente. Setiap konsep ditempatkan dalam konteks sejarah global dan trajektori kebijakan Indonesia yang terus berubah.
Pembahasan tidak berhenti pada desain instrumen. Buku ini menyentuh dimensi yang sering luput dari literatur sejenis, yakni politik ekonomi reformasi, asimetri informasi antara negara dan kontraktor, tata kelola kelembagaan, dan perpajakan internasional. Dimensi tersebut juga mencakup transfer pricing, Pilar Dua global minimum tax, transparansi kontrak, serta tantangan transisi energi yang mengubah cara menilai kelayakan jangka panjang proyek migas.
Ditulis dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan ekonomi sumber daya, hukum, administrasi perpajakan, dan analisis kebijakan, buku ini ditujukan bagi akademisi, praktisi hukum dan pajak, analis kebijakan energi, serta pemerhati tata kelola sumber daya alam. Bagi siapa pun yang ingin memahami mengapa desain fiskal migas selalu lebih dari sekadar angka, buku ini menawarkan kerangka berpikir yang terstruktur, kritis, dan relevan dengan tantangan kontemporer Indonesia.







Reviews
There are no reviews yet.