Tuhan, Jangan Ambil Dia Dulu:
Buku ini bercerita tentang perjalanan hati seorang suami yang menemani istrinya berjuang melawan kanker payudara. Lebih dari sekadar kisah rumah sakit, ia menyingkap lapisan-lapisan emosional: ketakutan, harapan, kelelahan, dan cinta yang tumbuh dalam diam. Setiap momen, dari pagi yang sunyi, teh hangat, sentuhan lembut, hingga doa yang terbisik di malam hari diabadikan sebagai bentuk kehadiran yang tulus, bukan kepemilikan.
Melalui narasi yang intim, pembaca diajak menyelami dialog batin yang jujur, pertarungan emosi, dan refleksi tentang kehidupan yang dipinjamkan. Puisi, doa, dan catatan harian menjadi jendela ke dalam cinta yang tidak bersyarat, di mana keberanian terbesar bukanlah menyelamatkan atau mengubah, tetapi tetap hadir, tetap menggenggam, dan tetap mencintai.
Buku ini adalah penghormatan pada setiap detik yang diberikan pelajaran tentang kesabaran, empati, dan keindahan cinta dalam keterbatasan. Sebuah kisah yang mengingatkan kita: hidup ini rapuh, namun cinta dan perhatian yang tulus dapat menjadikannya penuh makna.











Reviews
There are no reviews yet.