Sabda di Ujung Timur: Di tanah yang kata-katanya lahir lebih dulu daripada sejarah, sabda tidak pernah berdiri sendiri. Ia menjelma ingatan, menjadi napas leluhur, dan bersemayam dalam sunyi manusia Celebes.
Buku ini adalah perjalanan batin menyusuri ruang antara mitos dan realitas, antara luka yang diwariskan dan harapan yang disimpan. Narasi puisi di dalamnya tidak menawarkan jawaban, melainkan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut kejujuran jiwa.
Di Ujung Timur, bahasa tidak hanya dibaca, ia didengarkan. Setiap larik adalah jejak kesadaran, setiap jeda adalah doa yang belum selesai.
SABDA DI UJUNG TIMUR adalah upaya merawat makna di tengah zaman yang gemar melupakan asal. Ia mengingatkan bahwa manusia, tanah, dan kata pernah terikat dalam satu ikrar sakral.











Reviews
There are no reviews yet.