Satu Kaf: Kala Hafalan Menemukan Rumahnya: “Jangan biarkan hatimu lapar karena mengejar bayangan, padahal di tanganmu sudah ada cahaya”
Bagi Syahda, menghafal Al-Qur’an awalnya adalah tentang satu nama, Bisyr. Seorang pemuda yang suaranya di atas podium sanggup menggetarkan relung hatinya, sekaligus menjadi alasan mengapa ia rela bersusah payah masuk ke kelas tahfidz. Namun, Allah punya cara unik untuk menegur niat yang mendua.
Melalui satu huruf Kaf yang tak kunjung sempurna, Syahda dipaksa berkaca. Benarkah ia sedang mengejar ridha Allah, atau hanya sedang menggunakan kalam-Nya sebagai kendaraan untuk mencuri perhatian hamba-Nya?
Ini bukan sekadar kisah cinta remaja di lorong sekolah. Ini adalah perjalanan tentang bagaimana rasa sakit berubah menjadi barisan doa dan bagaimana sebuah hafalan yang sempat ‘salah alamat’ akhirnya menemukan jalan pulang ke pemilik aslinya.









Reviews
There are no reviews yet.