Sinopsis
Ketika Aku Memilih Bahagia: Ketika kehilangan menjadi awal segalanya, dan luka justru menuntun pada kekuatan yang tak pernah disangka. Setelah kematian kedua orang tuanya, Wirda memutuskan pergi ke kota untuk melupakan masa lalu dan menata hidup baru. Ia bekerja di toko kue milik Bu Sulastri, tempat ia menemukan ketenangan dan cinta. Namun, pernikahan dengan Faris, lelaki yang awalnya penuh kasih, justru menyeretnya ke dalam kehidupan penuh air mata. Di rumah mertua, Wirda diperlakukan semena-mena, bahkan saat dirinya sedang mengandung. Suaminya pun berubah, diam ketika ia disakiti. Di saat Faris menikmati liburannya bersama wanita lain yang dijodohkan sang ibu, Wirda melahirkan seorang bayi perempuan—Aisyah—seorang anugerah kecil yang kelak menjadi alasan ia bertahan.
Ketika penghinaan dan pengkhianatan tak lagi tertahankan, Wirda memilih pergi. Dengan tangan kosong dan hati penuh luka, ia memulai hidup baru dari nol. Dari dapur sederhana, kue-kue buatan tangannya mulai dikenal. Lambat laun, nama Aisyah’s Delights menjadi ikon kota simbol manis yang lahir dari pahit kehidupan. Saat kesuksesan akhirnya berpihak padanya, masa lalu kembali mengetuk pintu: Faris datang, meminta kesempatan kedua. Namun, Wirda bukan lagi perempuan yang dulu. Ia telah berdiri tegak, kuat, dan bahagia dengan hidup yang dibangunnya sendiri. Kini, kebahagiaan bukan lagi tentang siapa yang menemaninya—tetapi tentang keberanian memilih diri sendiri.